289905-financial-district-in-the-la-defense-area-paris-france

Waspada Defisit Neraca Perdagangan Indonesia Yang Semakin Meningkat Dan Solusi Untuk Mengatasinya Demi Kesuksesan ASEAN Economic Community 2013

1. Defisist Neraca Perdagangan Indonesia

            Defisit neraca perdagangan Indonesia sebenarnya telah terjadi sejak tahun 2012 yang lalu. Dimana BPS mencatat transaksi neraca perdagangan Indonesia sepanjang periode Januari-Oktober 2012 defisit sebesar 516,1 juta dolar AS. Neraca perdagangan yang defisit tersebut merupakan hasil atau selisih total nilai ekspor sebesar 158,66 miliar dolar AS, dan pada saat yang bersamaan nilai impor sebesar 159,18 miliar dolar AS. Namun pada saat itu neraca perdagangan Indonesia masih dinilai wajar karena menurut pemerintah dalam berdangan pasti terdapat untung dan rugi. Akan tetapi, hingga April 2013 neraca perdagangan Indonesia masih tetap defisit. Fenomena defisit neraca perdagangan Indonesia merupakan kejadian yang baru terulang kembali semenjak tahun 1961 dan hal tersebut harus ditanggapi serius, karena jika tidak diatasi segera maka saya saing Indonesia dalam menghadapi ASEAN Economic Comunity 2015 akan kalah dengan negara-negara ASEAN lainnya.

            Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia kembali defisit di bulan Februari 2013 sebesar 327,4 juta dolar AS. Jika dihitung secara kumulatif mulai Januari-Februari 2013, jumlah defisit neraca perdagangan Indonesia mencapai 402,1 juta dolar AS. Diperkirakan, defisit masih akan berlanjut pada triwulan pertama awal tahun ini. Defisit perdagangan hampir terjadi diseluruh negara mitra dagang Indonesia. Defisit perdagangan terbesar terjadi pada perdagangan Indonesia dengan China yaitu sebesar 899,5 juta dollar AS, disusul Australia (166,5 juta dollar AS), dan Jepang (20,6 juta dollar AS). Untuk ASEAN secara keseluruhan, Indonesia masih tergolong masih surplus. Hanya dengan Thailand kita defisit 319,4 juta dollar AS. Untuk negara Uni Eropa, semuanya juga surplus, kecuali perdagangan ke Jerman yang masih defisit 239,1 juta dollar AS. Selain itu, posisi India sebagai pasar menarik bagi tujuan ekspor Indonesia. Ekspor ke India ini kebanyakan berupa minyak sawit mentah (CPO). India memang potensial karena penduduknya lebih dari satu miliar jiwa. India menjadi pasar baru yang potensial setelah China, Jepang, dan Amerika Serikat.

2. Penyebab Defisit Neraca Perdagangan Indonesia

            Menurut Ekonom INDEF (Institute For Development of Economics and Finance) Eko Lisyanto, defisit neraca perdagangan sudah semakin mengganggu dan berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi. Selain itu defisit akan menyebabkan nilai tukar Rupiah akan semakin melemah dan kemudian akan menghambat kinerja industri karena content impor industri yang cukup tinggi. Beberapa penyebab terjadinya defisit neraca perdagangan menurutnya adalah diakibatkan karena peningkatan pada impor minyak migas. Menuruntnya, hal tersebut terjadi karena tekanan impor gas akibat terlampauinya kuota BBM bersubsidi yang menembus 46 juta Kiloliter, padahal targetnya hanya 40 juta Kiloliter. Bahkan kuota triwulan pertama tahun 2013 telah terlampaui.

            Hal terseut juga disampaikan oleh Kepala BPS. Dimana menurutnya defisit neraca perdagangan kebanyakan masih diakibatkan oleh impor minyak yang lebih tinggi. Dari sisi kumulatif, neraca perdagangan migas mengalami defisit 2,417 miliar dolar AS, dari minyak mentah defisit 527,3 juta dolar AS, hasil minyak (premium) defisit 4,38 miliar dolar AS, sedangkan gas masih surplus 2,47 miliar dolar AS.  Sementara, neraca perdagangan non migas di periode yang sama mengalami surplus 2,015 miliar dolar AS, tetapi pada triwulan pertama tahun 2013 cenderung mengalami defisit dan semakin kritis. Kebijakan subsidi BBM yang tidak rasional akan memicu pemborosan konsumsi BBM, berpotensi menimbulkan moral hazard, di mana konsumsi BBM non subsidi relatif stagnan sementara konsumsi BBM bersubsidi melonjak drastis, dan terhambatnya penyediaan energi alternatif di luar BBM karena harga yang tidak kompetitif. Dengan demikian, ketergantungan terhadap BBM semakin meningkat dan hal ini harus segera dihentikan.

            Selain itu, masih lesunya tingkat pertumbuhan ekonomi negara-negara di dunia mengakibatkan ekspor Indonesia menjadi menurun, terutama ekspor ke negara-negara Eropa seperti Belanda, Jerman, dan Prancis. Hal ini diakibatkan oleh daya beli masyarakat di negara-negara yang menjadi tujuan ekspor Indonesia menurun, sehingga mengakibatkan Indonesia harus menurunkan ekspornya. Penurunan neraca perdagangan terseut juga dapat dilihat dari penurunan neraca perdagangan beberapa negara di Asia seperti Jepang dan negara-negara ASEAN pada umumnya. Hambatan lainnya yang menyebabkan neraca Indonesia defisit adalah masalah perizinan ekspor Indonesia yang masih lama dan membutuhkan waktu yang lama dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Oleh karena itu, dari penjelasan penyebab neraca Indonesia defisit dapat dirumuskan beberapa solusi untuk kedepan agar defisit neraca perdagangan dapat diatasi segera.

3. Solusi Mengatasi Defisit Neraca Perdagangan Indonesia

            Beberapa rekomendasi berupa solusi untuk mengatasi defisit perdagangan diperlukan agar dampak defisit neraca perdagangan tidak berdampak pada penurunan pertumubuhan ekonomi Indonesia. Salah satu solusi yang direkomendasikan oleh INDEF (Institute For Development of Economics and Finance) mengambil langkah fundamental untuk mengurangi defisit perdagangan dengan dengan mengendalikan impor migas, karena biang keladi utama defisit neraca perdagangan Indonesia adalah akiat peningkatan impor migas. Target kuota BBM harus jelas dan dipatok secara konsisiten. Untuk melakukanya, maka langkah yang harus ditempuh adalah dengan menaikkan harga BBM. Kebijakan kenaikan harga BBM selain dapat mengurangi defisit neraca perdagagngan Indonesia juga dapat mengurangi beban defisit primer.

            Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia adalah dengan melakukan optimalisasi Non Tarrif Barrier (NTB). Hal terseut dapat dilakukan dengan memberikan insentif kepada bagi produk dalam negeri agar tidak semakin terdesak oleh produk-produk impor. Sehingga jika produk dalam negeri dapat bertahan di pasar domestik maka perlahan produk impor yang masuk kedalam negeri akan semakin berkurang. Selain itu, Indonesia dapat menerapkan kebijakan pembukaan perdagangan bebas internasional terhadap produk Indonesia yang memiliki daya saing saja terlebih dahulu dan yang belum memiliki daya saing harus dapat dikembangkan agar dapat dieskpor juga.

            Pemerintah juga harus melarang kebijakan perdagangan bebas atau free trade area bagi komoditas padat karya, dalam hal ini yang dapat menyerap tenaga kerja yang banyak yaitu dengan cara membantu promosi dan meningkatkan kemampuan negosiasi pemerintah di dunia perdagangan internasional. Sehingga pemerintah perlu melihat pasar pemasaran produk ekspor Indonesia yang lain seperti negara-negara Amerika Latin dan Afrika. Dengan demikian, melalui kebijakan-kebijakan berupa rekomendasi solusi agar pemerintah dapat mengatasi defisit neraca perdagangan internasional tersebut, maka dapat digunakan agar neraca perdagangan Indonesia dapat diatasi segera. Dengan begitu, jika defisit neraca perdagangan Indonesia bisa diatasi segera, otomatis dapat mempersiapkan Indonesia dalam menghadapi kesepakatan ASEAN Economi Community di tahun 2015.

Daftar Pustaka

 

www.tempo.co/AgusMartoDefisitNeracaPerdaganganSoalSeriusbisnisTempo.co.html

www.analisa.com/Analisa-NeracaPerdaganganMayoritasNegaraASEANDefisit.html

www.kompas.com/DefisitNeracaMasihBerlanjut-KOMPAS.com.html

www.bisnis.com/DefisitNeracaPerdagangan2013DiperkirakanMelebarDipicuImporMinyak-Web.bisnis.com.html

www.detik.com/detikFinanceGitaWirjawanNeracaPerdaganganNegara-negaraASEANMayoritasDefisit.htm

www.aktual.co/EkonomIndonesiaDefisitNeracaPerdagangan-aktual.co.html

www.suaramerdeka.com/ImporMigasPicuDefisitNeracaPerdagangan.html

www.kompas.com/IndefDefisitNeracaPerdaganganIndonesiaKritis-KOMPAS.com.html

www.neraca.co.id/IndefKurangiDefisitNeracaPerdaganganHarianEkonomiNeraca.html

www.aktual.co/MendagDefisitNeracaBisaUSD3Miliar-aktual.co.html

www.antaranews.com/Mendagdefisitneracaperdaganganmelebar-Antaranews.com.html

www.neraca.co.id/NeracaPerdaganganDefisitUS$516,1JutaHarianEkonomiNeraca.html

www.neraca.co.id/NeracaPerdaganganIndonesiaAlamiDefisitHarianEkonomiNeraca.html

www.neraca.co.id/NeracaPerdaganganTerancamDefisitHarianEkonomiNeraca.html

www.inilah.com/PerizinanEksporPicuDefisitPerdagangan-INILAH.com.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s