jakarta-skyline

PROSPEK INDONESIA MENJADI TUJUAN UTAMA INVESTASI PROPERTI DI DUNIA

1. Perkembangan Investasi Properti di Indonesia

            Indonesia saat ini tengah menikmati pesatnya pertumbuhan ekonomi disaat pada umumnya negara-negara di dunia sedang dilanda krisis keuangan, terutama negara-negara Eropa dan Amerika. Dengan pertumbuhan ekonomi diatas 6 persen, saat ini Indonesia merupakan termasuk negara triliuner dari segi PDB dan tergabung dalam kelompok 20 negara terkaya didunia dari sektor PDB. Dengan total PDB sebesar 1 triliun USD dan pendapatan perkapita sebesar 3000 USD lebih, menjadikan Indonesia masuk dalam negara berpendapatan kelas menengah di dunia. Aliran investasi asing atau foreign direct investment ke Indonesia semakin meningkat dan merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Meningkatnya aliran investasi tersebut, pemerintah Indonesia juga telah mencanangkan sebuah program terutama di sektor infrastuktur yaitu MP3EI. Megaproyek MP3EI diharapkan dapat memberikan efek nyata bagi perekonomian nasional disaat booming investasi yang terjadi di Indonesia saat ini.

                  Salah satu booming investasi yang berkembang pesat di Indonesia saat ini adalah investasi di sektor properti. Menurut Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Real Estat Indonesia (REI) Setyo Maharso dalam pembukaan pameran properti REI Expo 2013, Sabtu (4/5/2013), di Jakarta, Indonesia masih menjadi negara tujuan untuk investasi di bidang properti. Hal itu terlihat dari banyaknya investor dari negara lain yang berminat menanamkan modalnya dalam bidang properti di negara ini. Geliat pertumbuhan investasi di sektor properti tidak hanya terjadi di Jabodetabek saja. Banyak daerah-daerah diluar pulau Jawa yang sektor propertinya mulai berkembang, seperti Riau, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara. Pada pameran REI sebelumnya di Pekanbaru menghasilkan Rp 60 Milliar, Palembang Rp 90 Milliar, dan di Manado Rp 195 Milliar.

                Selain itu, banyak kalangan pengamat properti meramalkan bahwa Kurang dari sepuluh tahun ke depan, sektor properti di Indonesia bakal turut berperan sebagai salah satu sumber kekuatan ekonomi dunia. Indonesia pada tahun 2021 digadang-gadang menjadi negara dengan nilai kontribusi industri properti terbesar ke tujuh di dunia, mengalahkan Korea Selatan, Kanada, dan Jepang.  Merujuk data yang diolah dari IMF dan Pramerica Real Estate Investors Research, pada 2011, kontribusi properti komersial Indonesia hanya USD 189,1 miliar. Nilai tersebut tumbuh mencapai 200 persen pada 2021 mendatang menjadi USD 563 miliar. Total kontribusi Indonesia pun sebesar 2,5 persen, hanya berbeda tipis dengan Inggris yang menyumbang 2,6 persen dengan nilai industri sebesar USD 582,2 miliar.

            Indonesia pun tercatat sebagai salah satu negara yang mengalami akselerasi industri properti yang tinggi, selain Tiongkok, India, Rusia, dan Brasil. Di tahun 2012 Indonesia akan menempati urutan urutan ketujuh setelah China, Amerika Serikat, India, Russia, Brazil dan Inggris. Namun sebaliknya, beberapa negara yang saat ini tergolong negara maju, justru mengalami kemunduran kontribusi industri properti. Melihat potensi tersebut, Bank Indonesia masih optimis menilai peluang invesatasi properti di Indonesia untuk tumbuh lebih besar lagi. Selain itu, menurut Bank Indonesia potensi resiko buble property di Indonesia masih sangat jauh.

            Berdasarkan riset Urban Land Institue, New York, Amerika Serikat di tahun 2013 menempatkan Jakarta sebagai lokasi investasi properti paling menarik dan menemapti urutan pertama di Asia Pasifik. Peringkat Jakarta yang menempati urutan pertama di Asia Pasifik sangat mencengangkan, karena ranking tersebut melesat dari sebelumnya pada 2012 Jakarta berada di urutan nomor 11 dan an pada 2011, Indonesia ada di urutan nomor 14. Berada di urutan pertama, Jakarta unggul diatas Singapura yang pada tahun 2012 lalu menempati urutan pertama. Jakarta saat ini unggul diatas kota-kota di Asia Pasifik seperti Singapura, Shanghai, Sydney, Chongqing, Beijing, Guangzhou, Melbourne, Taipei, dan Ho Chi Minh City.

2. Alasan Indonesia Menjadi Lokasi Investasi Properti Terbaik di Dunia

                Terdapat beberapa alasan mengapa Indonesia dijadikan lokasi untuk investasi properti terbaik di Indonesia. Stabilitas politik dan ekonomi di Indonesia dinilai sangat membantu dalam menciptakan iklim investasi asing di Indonesia yang semakin meningkat. Menurut Panangian Simanungkalit, pengamat properti sekaligus pemilik Panangian School of Property, Investasi properti di negara kita memang semakin menarik, bahkan, beliau menilai investasi properti di Indonesia merupakan satu-satunya yang paling menguntungkan di dunia. Pertama, kebijakan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan invesatasi properti juga ikut berperan dalam meningkatkan investasi properti di Indonesia. Salah satu kebijakan pemerintah tersebut adalah Kebijakan Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan atau BI rate hingga level terendah pada November 2011 lalu akan menjadi bahan bakar penggerak bisnis properti di Tanah Air. Dengan BI rate hanya 6%, banyak pihak memperkirakan, pasar properti di Indonesia bakal booming tahun ini. Prospek investasi di sektor ini pun semakin memikat.

                Kedua, kebutuhan masyarakat akan properti masih sangat tinggi. Setidaknya masih terdapat 14 juta dari 61 juta keluarga di Indonesia yang belum memiliki rumah. Sehingga tidak hanya pemerintah, tetapi dibutuhkan bantuan peran dari semua kalangan untuk memenuhi kebutuhan akan properti tersebut. Ketiga, pemerintah semakin kesulitan menyediakan rumah bagi keluarga kelas menengah ke bawah. Berdasarkan fakta yang ada, permintaan rumah di Indonesia mencapai 900.000 unit per tahun, sementara pasokan hunian hanya 80.000 unit dalam setahun.  Ketiga, semua segmen pasar properti di Tanah Air sudah terbuka luas untuk investasi, termasuk pasar kelas masyarakat kebawah. Sedangkan di luar negeri, bisnis properti untuk pasar kelas menengah ke bawah tertutup untuk pengembang dan investor. Hal tersebut disebabkan pasokan properti kelas menengah ke bawah dikendalikan oleh pemerintah di beberapa negara tersebut.

                Seiring kian banyaknya perjanjian perdagangan bebas, serta mulai berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (AEC) 2015, kebutuhan property bagi orang asing juga makin besar. Terlebih lagi investasi asing ke depan juga makin berlipat, termasuk relokasi industri dari Tiongkok akibat makin tingginya upah buruh dan biaya produksi di Negeri Tirai Bambu tersebut. Pembangunan infrastruktur besarbesaran yang direncanakan pemerintah lewat Masterplan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3EI), tentu akan membawa efek domino luar biasa. Dengan infrastruktur yang kian bagus, otomatis kebutuhan property juga bakal meningkat. Dari ilustrasi di atas terbaca jelas bahwa sektor properti masih jauh dari tanda-tanda bubble. Permintaan masih tinggi, pasokan masih terbatas. Harga juga masih dalam batas wajar. Namun demikian, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah, yakni peraturan kepemilikan asing yang belum juga beres hingga saat ini. Masalah lain yang juga mesti dituntaskan adalah status hukum tanah yang kerap tidak jelas dan tumpang tindih, serta perizinan yang masih berbelit. Lebih dari itu, ekspansi property yang agresif mesti perlu dipantau agar tetap berada dalam koridor kehatihatian bagi Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sumber :

www.investordaily.com/BoomingPropertiInvestorDaily.htm

wwwdetikfinance.com/detikFinanceJakartaJadiLokasiInvestasiPropertiPalingMenarikdiAsiaPasifik.htm

www.kompas.com/IndonesiaMasihJadiTujuanInvestasiProperti-KOMPAS.com.htm

www.antaranews.com/Indonesiasalahsatunegaratujuaninvestasiproperti-ANTARANews.htm

www.bakrieglobalventura.com/JakartaJadiTujuanUtamaInvestasiProperti-BakrieGlobalVentura.htm

www.kaskus.com/JakartaKotaTerbaikDuniaUntukInvestaiRealEstateKaskusTheLargestIndonesianCommunity.htm

www.jpnn.com/JPNN.COM2021,RealEstateIndonesiaTerbesarkeTujuhdiDunia.htm

www.investordaily.com/ProspekInvestasiPropertidiIndonesiaMenjanjikanInvestorDaily.htm

www.ciputra.com/SuksesBerwirausahaAlasanMengapaIndonesiaTempatInvestasiPropertiTerbaikdiDunia.htm

PDF :

Fiorilla, Paul dkk. 2012. A Bird’s Eye View of Global Real Estate Markets : 2012 Update. Pramerica Real Etate Investors.

Emerging Trends in Real Estate Asia Pasifik . PwC and the Urban Land Institue

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s