Islamic-banking-295x252

RATUSAN PRAKTISI EKONOMI SYARIAH MEMBAHAS PROSPEK PENGEMBANGAN SUKUK INDONESIA

1. Perkembangan Sukuk di Indonesia

Obligasi syariah (sukuk) bukan merupakan istilah yang baru dalam sejarah Islam. Istilah tersebut sudah dikenal sejak abad pertengahan, dimana umat Islam menggunakannya dalam konteks perdagangan internasional. Sukuk merupakan bentuk jamak dari kata sakk yang memiliki arti yang sama dengan sertifikat atau note. Sukuk dipergunakan oleh para pedagang pada masa itu sebagai dokumen yang menunjukkan kewajiban finansial yang timbul dari usaha perdagangan dan aktivitas komersial lainnya. Namun demikian, sejumlah Penulis Barat yang memiliki concern terhadap sejarah Islam dan bangsa Arab menyatakan bahwa sakk inilah yang menjadi akar kata cheque dalam bahasa latin, yang saat ini telah menjadi sesuatu yang lazim dipergunakan dalam transaksi dunia perbankan kontemporer.

Pada awalnya, penerbitan obligasi syari’ah di Indonesia dipelopori oleh PT Indonesian Satelite Corporation Tbk, (Indosat). Ketika itu indosat hanya menawarkan sekitar 10-20 persen saja dari obligasinya dengan skemasyari’ah. Dari sejumlah 1 triliun rupiah, kala itu Indosat melempar sekitar 100 miliar rupiah ke pangsa pasar modal syari’ah. Dalam peluncurannya respon pasar sangat positif bahkan Indosat mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga meningkatkan penawaran mudharabahnya menjadi 175 miliar rupiah. Dengan melihat penerbitan obligasi syari’ah Indosat, diharapkan pangsa pasar investasi pada instrumen syari’ah akan lebih berkembang. Industri obligasi syari’ah di Indonesia diharapkan bisa berkembang seperti di Malaysia yang telah mencapai hasil di atas Rp 3 milliar. Selain itu, potensi investor dari negara Muslim di seluruh dunia mencapai jumlah di atas US$ 7000 miliar, suatu jumlah yang tidak sedikit dan sangat signifikan untuk dijadikan pasar yang perspektif bagi obligasi syari’ah ke depan.

Obligasi syari’ah yang diterbitkan oleh PT. Indosat saat ini merupakan salah satu obligasi syari’ah yang memberikan return rata-rata paling tinggi. Dengan return setara rate yang pernah mencapai 20 persen dan terendah 16 persen, obligasi syari’ah PT. Indosat yang menggunakan akad bagi hasil ini merupakan obligasi syari’ah pertama yang tercatat di Bursa Efek Surabaya (BES). Melihat suksesnya obligasi syari’ah yang diluncurkan oleh PT. Indosat Tbk, beberapa emiten menyusul meluncurkan obligasi syari’ah, diantaranya : PT. Berlian Laju Tanker Tbk dengan nilai emisi Rp 60 miliar, PT. Bank Bukopin dengan nilai emisi Rp 50 miliar, PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk (BMI) dengan nilai emisi Rp 200 miliar, PT. Bank Syari’ah Mandiri (BSM) dengan nilai emisi Rp 200 miliar, dan PT. Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) dengan nilai emisi Rp 1,5 triliun.

Maraknya penerbitan obligasi syari’ah ini selain mempunyai prospek yang menjanjikan juga karena, kemasan yang ada pada obligasi syari’ah telah menarik minat orang untuk berinvestasi serta telah mempunyai legitimasi dari Dewan Syari’ah Nasional (DSN) akan kebolehannya dengan keluarnya fatwa DSN No. 32/DSN-MUI/IX/ 2002. Selain dijamin akan kehalalan dari investasi obligasi dengan skim syari’ah ini, karena ada syarat-syarat (klausul-klausul) yang harus dipenuhi oleh setiap obligasi syari’ah. Perkembangan yang cukup signifikan dalam investasi obligasi syari’ah tidak hanya di Indonesia saja, tetapi negara lain telah lama berkembang, misalnya Malaysia yang 43% obligasi yang diterbitkan perusahaan-perusahaan sudah memakai pola syari’ah.

2. Pertemuan Praktisis Ekonomi Syariah di Istanbul

Pada hari Minggu, 28 April 2013, para ahli maupun praktisi ekonomi syariah dari berbagai negara islam seperti dari Turki, Yordania, Uni Emirat Arab, Maroko, Bahrain, dan lain-lain berkumpul bersama dalam sebuah acara konferensi internasional yang bertema Sukuk : Vision and Realty. Acara tersebut dilaksanakan di Istanbul, Turki, bertempat di Institute of Oriental Studies di kawasan Sultanhamet Istanbul. Acara tersebut dilaksanakan atas inisiatif dari para akademisi dari berbagai universitas di negara-negara Islam seperti Marmara University – Turki, The World Islamic Sciences and Education (WISE) University – Yordania, dan korporasi atau perusahaan yang telah berpengalaman dalam bidang oligasi syariah seperti Dubai Sukuk Centre, Sukuk Spectrum Co., dan Rabaqa Co.

Acara yang membahas prospek pengembangan obligasi syariah tersebut tidak hanya membahas prospek pengembangan sukuk di negara-negara Arab saja, akan tetapi justru lebih membahas pada prospek pengembangan sukuk di negara-negara non Arab. Bahkan dalam acara tersebut, yang menjadi topik hangat pembahasan dari para praktisi ekonomi syariah adalah tentang peluang dan tantangan Indonesia sebagai negara non Arab dalam pengembangan obligasi syariah. Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, tentu memiliki prospek yang sangat bagus dalam pengembangan obligasi syariah. Indonesia juga dinilai oleh para praktisi ekonomi syariah sebagai prototif negara islam penganut demokrasi terbesar didunia dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang sangat menjanjikan. Selian itu, kemudahan persyaratan seperti yang telah dikeluarkan oleh fatwa MUI dan Bapepam tentang obligasi syariah di Indonesia, peringkat investment grade yang telah didapat kembali oleh Indonesia, serta dibentuknya Jakarta Islamic Index (JII) sebagai bursa efek islam jakarta menjadikan Indonesia memiliki prospek yang bagus kedepan dalam pengembangan obligasi syariah.

Seperti yang dilaporkan oleh pihak KBRI Yordania, praktisi ekonomi syariah bernama Abdul Aziz dari Indonesia juga tidak ketinggalan untuk menyampaikan pendapatnya dalam konferensi tersebut. Aziz merupakan seorang mahasisiwa berusia 24 tahun yang sedang menempuh kuliah di pascasarjana di The WISE University of Yordania. Dalam kesempatan tersebut, Aziz menyampaikan hasil makalahna yang berjudul Prospek Sukuk Negara Sebagai Instrumen Kebijakan Moneter dan Penerapannya di Indonesia. Beberapa hal yang disampaikannya dalam konferensi tersebut menjadi point penting bagi pengembangan sukuk di Indonesia.

Point pertama dari segi kebijakan fiskal yang dibahas oleh Aziz adalah ia menganjurkan kepada pemerintah agar sukuk negara tidak hanya dijadikan sebagai alternatif cadangan dalam mengatasi defsiit APBN. Sehingga, sumber dana anggaran selain diadapat dari pajak, pemerintah dapat mencari alternatif sumber dana melalui sukuk yang termasuk dalam sumber pendapatan bukan pajak. Point kedua dari segi kebijakan moneter, Sukuk dapat digunakan oleh pemerintah sebagai instrumen kebijakan moneter yang efektif bagi Bank Indonesia di masa yang mendatang. Pemerintah harus segera menjadikan pembiayaan syariah yang berbasis sukuk sebagai instrumen kebijakan moneter Bank Indonesia dalam kebijakan operasi pasat terbuka. Outstanding sukuk negara yang melimpah hingga lebih dari Rp 100 triliun dengan pertumbuhan di atas 100 persen setiap tahunnya sejak 2008 merupakan indikasi kuat bahwa sukuk Indonesia memiliki masa depan yang cerah. Namun, saat ini sukuk Indonesia baru memiliki peran 3% dalam sukuk global yang berbanding jauh dari Malaysia yaitu sebesar 63%. Point terakhir adalah pemerintah harus segera menerbitkan UU Sukuk yang baru untuk melengkapi UU Sukuk No. 9 Tahun 2008 agar terhindar dari praktek money creation, sehingga Bank Indonesia bisa mengendalikan inflasi dengan sukuk.

Sumber Data

www.rimanews.com/BahasProspekSukukdiIndonesia,RatusanraktisiSyariahBerkumpul20diIstanbulKoranOnlineIndonesiaBerjuangTanpaKebencian.htm

www.detik.com/detikFinance200PraktisiEkonomiSyariahBahasProspekSukukIndonesia.htm

www.ekonomidankeuanansyariah.blogspot.com/EkonomidanKeuangaSyariahObligasiSyariahdiIndonesia3BKendaladanProspek.htm

www.fiqhislam.com/FIQHISLAM.com200PraktisiEkonomiSyariahBahasProspekSukukdiIndonesia.htm

www.pelita.or.id/HarianUmumPELITA.htm

www.kumpulanmakalah.blogspot.com/kumpulanmakalahOBLIGASISYARIAHPENGERTIANDANKETENTUANNYA.htm

www.cies.ub.ac.id/MengintipPeluangObligasiSyariahCABCIESWebsite.htm

www.kontan.co.id/PasarSukukDiIndonesiaBakalSemakinBergairah-KontanOnline.htm

www.wikipedia.co.id/Sukuk-WikipediabahasaIndonesia,ensiklopediabebas.htm

www.wikipeida.co.id/SukukRitel-WikipediabahasaIndonesia,ensiklopediabebas.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s